Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya
dasar dalam bahasa inggris disebut basic humanities yang merupakan pengetahuan
yang diharapkan dapat memberi pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep
yang dapat digunakan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah
manusia tidak dapat dipisahkan dari masalah budaya atau pengetahuan budaya yang
juga disebut sebagai humaniora.
Ilmu budaya
dasar mendapat bahan pengetahuan humaniora seperti seperti teologi, filsafat, ilmu
hukum, ilmu sejarah, ilmu bahasa, ilmu kesusastraan, dan ilmu kesenian.
Ilmu budaya dasar sangat sulit dilepaskan dari
pengertian kebudayaan, oleh karena itu membicarakan ilmu kebudayaan dasar juga
harus serta membahas konsep kebudayaan. Konsep kebudayaan itu dalam arti luas
adalah seluruh total dari pikiran, karya, dan hasil karya manusia tidak berakar
kepada nalurinya dan yang karena itu hanya dicetuskan oleh manusia sesudah
suatu proses belajar.
Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya
Dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya, lebih dahulu perlu diketahui
pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu
dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu
ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam
alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah.
2. Ilmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu
sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam
hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai
pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
3. Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan
budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang
bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan
peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi
arti. Peristiwa-peristiwa dan pernyatan-pernyataan itu pada umumnya terdapat
dalam tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode
ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
Didalam ilmu kebudayaan dasar ,terdapat bebrapa materi
yang mencakup manusia dengan permasalahannya yang masing-masing merupakan pokok
bahasan. Pokok bahasan itu meliputi :
1.Manusia dan cinta kasih
Rasa cinta kasih merupakan rasa yang dimiliki di
setiap manusia, rasa cinta kasih dapat di berikan dan dibagi. Tapi, soal
pemberian rasa cinta kasih yang sempurna bukanlah hanya datang dari satu arah,
misalnya dari orang tua saja, tetapi juga sebaliknya dari anak ke orang tuanya
(to give and take ), jadi cinta kasih baru terasa apabila ada dua belah pihak
yang sama sama menerima sekaligus juga memberi cinta kasih tersebut.
2.Manusia dan keindahan
Kebudayaan diciptakan oleh manusia untuk memenuhi
kebutuhan pokok hidupnya, terutama kebutuhan fisiknya, setelah kebutuhan pokok
dapat dipenuhi, manusia menciptakan kesenian yang merupakan salah satu
kebutuhan psikisnya yang tercukupi melalui rasa indah dalam hidupnya.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, derita berarti menanggung
(merasakan) sesuatu yang tidak menyenangkan dengan demikian, penderitaan
merupakan lawan kata dari kesenangan ataupun kegembiraan, setiap manusia selalu
terdiri atas dua aspek, yaitu aspek jasmani atau tubuh dan aspek rohani atau
jiwa dalam diri manusia, kedua aspek tersebut tidak dapat dipisahkan, apabila
salah satu aspek tersebut dipisahkan atau hilang dari diri manusia, maka akan
terdapat dua pengetian yang berbeda, yaitu tubuh tanpa jiwa akan dinamakan
mayat, sedangkan jiwa tanpa tubuh dinamakan jin atau setan. Maka apa yang
dirasakan batin dapat dirasakan tubuh, dan juga sebaliknya, apa yang dirasakan
tubuh dapat dirasakan batin. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat
manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup
ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita.
4. Manusia dan
keadilan
Hukum rimba merupakan hukum yang beberapa waktu masih
berlaku dalam masyarakat manusia, sehingga disebut sebagai aturan hukum manusia
yang kuat (a rule by man). Manusia yang kian hari kian manusiawi kemudian
menciptakan hukum positif yang berguna dalam kehidupanya, lahirlah hukum atau
aturan yang berdasarkan a rule by law . Dimana setiap orang dimata hukum adalah
sama dan tidak ada orang atau manusia pun di dunia yang kebal akan hukum. Siapa
yang bersalah wajib di hukum , hal tersebut juga dinamakan keadilan hukum
diantara manusia.
5. Manusia dan
pandangan hidup
Yang di maksud dengan pandangan hidup adalah bagaimana
manusia memandang kehidupan atau bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang
kehidupan. Akibat dari pandangan hidup manusia yang tentunya berbeda-beda,
timbulah pandangan hidup yang secara umum dapat dikelompokan dan disebut aliran
atau paham, misalnya, bahwa manusia sebaiknya mengutamakan diri sendiri yang
menimbulkan paham kapitalisme, dan manusia yang sebaiknya mengutamakan
kepentingan umum atau masyarakat yang menimbulkan paham sosialisme.
6.
Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
Tanggung jawab adalah wajib menanggung segala sesuatu,
memikul tanggung jawab, dan menanggung segala akibat. Sedangkan pengabdian berasal
dari kata abdi, yang berarti hamba atau bawahan. Oleh karena itu pengabdian
diartikan sebagai perihal mengabdi atau menghambakan diri.
7. Manusia dan kegelisahan
Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan keadaan
seseorang yang tidak tenteram hati maupun perbuatanya, merasa khawatir, tidak
tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Dari pengertian di atas, seseorang yang sedang mengalami
kegelisahan memiliki gejala-gejala sebagai berikut:
>>
Orang itu tidak tenang pikiranya dikarenakan ada masalah yang belum
terselesaikan.
>>
Orang terasebut akan merasa terus khawatir,takut apa yang diharapkan tidak
tercapai.
>>
Orang yang sedang dilanda kecemasan ,tidak tenang dalam melakukan kegiatan
sehari-hari.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspersi dari
kecemasan, karena itu,dalam keidupan sehari-hari, kegelisahan juga berkaitan
dengan masalah frustasi.
Menurut Sigmund freud, ada tiga macam kecemasan atau
kegelisahan yang menimpa dalam diri manusia, yaitu : kenyataan, neurotic, dan
moril.
8. Manusia dan harapan
Harapan berarti keinginan supaya sesuatu dapat
terjadi, dengan demikian harapan menyangkut masa depan apabila dibandingkan
dengan cita-cita, harapan memiliki pengertian yang tidak terlalu muluk.
Ada tiga pernyataan tentang harapan pada diri seorang
manusia yaitu:
>> Masa depan memberikan harapan
>>
Masa sekarang memberikan pemikiran
>>
Masa lalu memberikan pengalaman.
Manusia ingin memperoleh yang lebih baik dari pada
yang telah dicapainya di masa sekarang. Keinginan manusia sebagai makhluk
sosial juga terus meningkat akan berpengaruh pada wujud kebudayaan yang pada
umumnya juga meningkat. Jadi manusia selalu menginginkan dapat memperoleh masa
depannya akan selalu bahagia.
sumber : elearning.gunadarma.ac.id