Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan.
Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu
ketika anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena
anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Setelah fase analisis direncanakan
ulang, anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek
menjadi rencana akhir proyek.
Dan estimasi berdasarkan sejarah ialah
jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih
khusus, yaitu anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama
masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas
tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tuagas yang akan diestimasik dengan
tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan
estimasi.
Programmer menguji modul dengan menetapkan lingkungan yang tepat,
menyediakan beberapa input, membiarkan modul langsung memproses secara logik
dan mendapatkan hasilnya. Beberapa input mungkin tidak sebenarnya, terutama
jika modul tersebut tidak menyediakan input yang sebenarnya. Modul seharusnya
diuji dalam dua tahap, yaitu : White Box dan Black Box testing.
Tahap Pertama disebut pengujian “White Box”. Programmer harus mengetahui
isi di dalam modul dan menyediakan data pengujian, sehingga masing-masing path
logical dalam program dapat dieksekusi.
Tahap Kedua atau pengujian “Black Box” dapat dilakukan. Dalam pengujian
ini, programmer mengabaikan bagian dalam dari modul – data disediakan secara
berurut dan dianggap seperti pemakaian sebenarnya.
Kode etik profesimerupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi dalam kategori norma hukum yang didasari kesusilaan. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku dan berbudaya. Tujuan kode etik agar profesionalisme memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Prinsip-prinsip Etika Profesi
Dalam menjalankan profesi, seseorang perlu memiliki dasar-dasar yang perlu diperhatikan, diantaranya:
Prinsip Tanggung Jawab. Seorang yang memiliki profesi harus mampu bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan dari profesi tersebut, khususnya bagi orang-orang di sekitarnya.
Prinsip Keadilan. Prinsip ini menuntut agar seseorang mampu menjalankan profesinya tanpa merugikan orang lain, khususnya orang yang berkaitan dengan profesi tersebut.
Prinsip Otonomi. Prinsip ini didasari dari kebutuhan seorang profesional untuk diberikan kebebasan sepenuhnya untuk menjalankan profesinya.
Prinsip Integritas Moral. Seorang profesional juga dituntut untuk memiliki komitmen pribadi untuk menjaga kepentingan profesinya, dirinya, dan masyarakat.
Etika profesi pada bidang IT tidak akan berubah dilihat dari pekerjaan yang dilakukan seorang IT Support, kode etik seorang profesional dalam bidang IT adalah sama yaitu bertanggung jawab, adil dan mempunyai integritas moral seperti pada prinsip etika profesi. Contohnya tidak dapat mengerjakan sesuatu atau mengerjakan project semaunya, dan juga ada beberapa hal yang harus di perhatikan untuk apa project tersebut nantinya digunakan oleh klien.
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi