Jakarta - Muhamad Rifky Perdana (20) Mahasiswa Gunadarma yang hilang di Gunung Semeru telah ditemukan. Rifky diketahui hilang saat hendak menolong temannya yang terjatuh.
"Jadi kita sudah dapat laporan dari temannya yang selamat (soal) kronologis hilangnya mereka, ketika Rifky hendak menolong Azis yang terjatuh saat pendakian," ujar kakak sepupu Rifky, Subadri kepada detikcom, Minggu (11/10/2013).
Mendengar teman sependakiannya terkena masalah, lanjut Subadri, Rifky langsung berinisiatif turun membantu.
"Ketika nolongin nggak tahu kenapa rombongan Rifky meninggalkan mereka," imbuhnya.
Subadri menjelaskan Rifky sendiri memiliki sifat solidaritas dan jiwa petualang yang tinggi. Sehingga ketika temannya mengalami masalah ia langsung menolong.
"Saat tertinggal rombongan Rifky mencari bantuan karena kondisi Azis temannya jatuh mengalami patah tulang," jelasnya.
Hilangnya kedua mahasiswa asal Jakarta tersebut tidak berlangsung lama. Selain itu keduanya memiliki perbekalan yang cukup untuk bertahan hidup.
"Insting saya selamat nggak bakal kenapa-napa. Alhamdulilah pagi tadi ada kabar kalau dia sudah ketemu sama 2 teman-lainnya. Saya berharap ini jadi pelajaran buat pendaki pemula lain, sebelum mendaki mengetahui medan atau tingkat kesulitan gunung tersebut," ungkapnya
sumber : detik.com
opini : berhati hatilah untuk para pendaki pemula agar tidak sampai tersesat apalagi sampai terluka ketika melakukan pendakian, bawalah peralatan yang lengkap dan persediaan makanan lebih untuk antisipasi.
Senin, 25 November 2013
Senin, 28 Oktober 2013
Kasus Staf Garuda, Kemenhub: Penumpang Jangan Main Hakim Sendiri!
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung langkah staf Garuda Indonesia melaporkan komisioner Ombdusman Azlaini Agus ke polisi. Penyelesaian jalur hukum dianggap penting agar kasus serupa tidak terulang.
"Kemenhub mendorong penyelesaian jalur hukum agar kasus ini tidak lagi terulang. Biar proses hukum yang menyelesaikan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan saat dihubungi detikcom, Selasa (29/10/2013).
Bambang mengaku sudah menerima laporan insiden di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, kemarin (28/10). Dia menyesalkan bila benar terjadi penamparan seperti dilaporkan staf Garuda, Yana Novia ke polisi.
Bambang menuturkan, seharusnya pengguna jasa menggunakan hak-haknya sebagaimana diatur dalam peraturan terkait bila merasa dirugikan. Aturan itu juga mengatur hak dan kewajiban pengguna dan penyedia jasa angkutan.
"Jangan main hakim sendiri karena sudah ada aturannya," tutur dia.
"Kita negara hukum selesaikan dengan hukum, banyak orang yang main hakim sendiri yang malah merugikan kedua belah pihak," imbuh Bambang.
Staf Garuda melaporkan Azlaini ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru usai menjalani visum di rumah sakit setempat. Dia juga mengantongi bukti foto guratan warna merah di pipi ke arah leher kanan akibat tamparan.
Sedangkan Azlaini sendiri membantah telah menampar Yana. Perempuan yang juga dosen ini mengaku hanya membentak petugas tersebut karena ketidakjelasan penundaan dan keberangkatan pesawat GA 227 tujuan Bandara Kuala Namu, Sumut.
Atas kejadian ini, pimpinan Ombudsman juga akan mengklarifikasi Azlaini."Ada rencana kami akan adakan rapat pimpinan untuk membahas hal tersebut," kata komisioner Ombudsman, Budi Santoso, saat dihubungi secara terpisah.
"Kemenhub mendorong penyelesaian jalur hukum agar kasus ini tidak lagi terulang. Biar proses hukum yang menyelesaikan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan saat dihubungi detikcom, Selasa (29/10/2013).
Bambang mengaku sudah menerima laporan insiden di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, kemarin (28/10). Dia menyesalkan bila benar terjadi penamparan seperti dilaporkan staf Garuda, Yana Novia ke polisi.
Bambang menuturkan, seharusnya pengguna jasa menggunakan hak-haknya sebagaimana diatur dalam peraturan terkait bila merasa dirugikan. Aturan itu juga mengatur hak dan kewajiban pengguna dan penyedia jasa angkutan.
"Jangan main hakim sendiri karena sudah ada aturannya," tutur dia.
"Kita negara hukum selesaikan dengan hukum, banyak orang yang main hakim sendiri yang malah merugikan kedua belah pihak," imbuh Bambang.
Staf Garuda melaporkan Azlaini ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru usai menjalani visum di rumah sakit setempat. Dia juga mengantongi bukti foto guratan warna merah di pipi ke arah leher kanan akibat tamparan.
Sedangkan Azlaini sendiri membantah telah menampar Yana. Perempuan yang juga dosen ini mengaku hanya membentak petugas tersebut karena ketidakjelasan penundaan dan keberangkatan pesawat GA 227 tujuan Bandara Kuala Namu, Sumut.
Atas kejadian ini, pimpinan Ombudsman juga akan mengklarifikasi Azlaini."Ada rencana kami akan adakan rapat pimpinan untuk membahas hal tersebut," kata komisioner Ombudsman, Budi Santoso, saat dihubungi secara terpisah.
sumber : detik.com
opini : seharusnya sebagai sebagai penggunan jasa kita menggunakan hak kita sewajarnya, jangan sampai merugikan pihak lain apalagi sampai melukai orang lain. lebih baik bertanya kepada pihak yang lebih mengerti soal keterlambatan keberangkatan pesawat tersebut dari pada mendapatkan berita yang kurang jelas.
Selasa, 08 Oktober 2013
Healthy Smoothie Recipes
Seringkali kita mengalami kelelahan seusai beraktifitas rutin seperti bekerja, kuliah, dan sekolah, tubuh menjadi kurang fit dan malas melakukan aktifitas yang lain. Kebanyakan orang berfikir dengan tidur tubuh menjadi segar kembali, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa tidur seusai beraktifitas membuat menjadi lebih lesu. Salah satu solusinya yaitu mengkonsumsi beberapa jus sayuran atau buah-buahan agar tubuh kita bugar kembali. berikut ada beberapa resep untuk membuat smoothie blended for energy boosting.
Apple-Strawberry Smoothie
* 1 buah pisang
* 1/4 cangkir buah stroberi yang sudah dipotong
* 1/4 cangkir buah stroberi yang sudah dipotong
* 1/4 cangkir yogurt vanilla
* 1 sdt perasan lemon
* 1 cangkir air dingin dan es batu
Get Well Smoothie
* 1 cangkir buah nanas yang sudah dipotong
* 1 sdm madu
* 1 cangkir yogurt plain
* 1/2 cangkir jus jeruk
* 1/2 cangkir es batu dan air dingin
Selamat mencoba :}
Senin, 07 Oktober 2013
Tawuran, Imbas Akumulasi Masalah Sosial
Jakarta: Pemerhati Pendidikan Yudhistira ANM Massardi menilai tawuran antarpelajar yang kian marak merupakan imbas dari akumulasi berbagai masalah sosial.
"Tawuran antarpelajar, antarwarga, antargolongan, antarkelompok masyarakat, bahkan antarangkatan bersenjata terjadi akibat para penegak hukum yang bobrok," kata Yudhistira saat dihubungi metrotvnews.com, Senin (7/10).
Saudara kandung Adhie M Massardi, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih itu juga mengatakan tawuran merupakan akumulasi dari berbagai masalah sosial. Menurutnya, pemicu utama tawuran adalah adalah ketidakadilan, kegagalan penegakan hukum, dan kegagalan sistem pendidikan nasional.
"Kebrutalan dalam tawuran antarpelajar sejak tahun 1970-an sudah menimbulkan sejumlah kematian yang sia-sia. Pemicu utamanya adalah ketidakadilan, kegagalan penegakan hukum, dan tidak kalah tragisnya adalah kegagalan sistem pendidikan nasional."
Menurut Yudhistira, apabila hukum dan keadilan tidak dapat ditegakkan secara tegas, tawuran akan terus terjadi.
"Akan terus terjadi sebagai keniscayaan bila hukum tidak tegak secara tegas, adil, dan benar," kata Yudhistira.
sumber : Metrotvnews.com
opini : benar yang dikatakan oleh Yudhistira "apabila hukum dan keadilan tidak ditegakkan secara tegas tawuran akan terus terjadi". Seharusnya para penegak hukum menanggapi kasus ini dengan serius sehingga tawuran tidak terus terjadi di kalangan masyarakat karena kurangnya keadilan dan kegagalan penegakan hukum.
Senin, 30 September 2013
Jadi Miss America, Nina Diserang di Dunia Maya
Atlantic City - Kabar kemenangan Nina Davuluri dalam kontes kecantikan nasional Miss America berbuah kecurigaan. Berbagai pesan berbau rasis muncul di internet.
Meskipun Nina Davuluri pada acara jumpa pers, Senin, 16 September 2013, setelah penobatan kemenanganya sebagai Miss America menyatakan bahwa dirinya sangat bahagia menjadi bagian dari lembaga yang menghargai keberagaman. Namun ucapan Davuluri terasa tak cukup bagi pengguna akun Twitter atau jejaring media sosial lainnya di Amerika Serikat. Mereka tetap saja menghamburkan ketidaksukaannya terhadap kemenangan perempuan berdarah India-Amerika itu.
Salah satu reaksi keras menuduh Davuluri merupakan perempuan asli Arab. Serangan terhadap kemenangan ini dikaitkan dengan gempuran kaum teroris pada 11 September 2001 di Amerika Serikat.
Menurut para penuduh, Davuluri memiliki hubungan dengan Al-Qaeda, sebuah kelompok radikal yang dianggap bertanggung jawab atas serangan menara kembar di New York yang menewaskan lebih dari 3.000 orang pada 11 September 2001.
Salah seorang pengguna Twitter berkicau begini, "Ini Miss America, bukan Miss Negara Asing." Sedangkan pengicau lainnya menulis, "Miss America atau Miss Al-Qaeda?"
sumber : Yahoo
Opini : Setiap kemenangan pasti ada saja komentar-komentar miring dari orang- orang yang tidak suka terhadap si pemenang dalam berbagai alasan jadi, sudah sewajarnya ada hujatan miring tentang Nina di media social. Seharusnya Nina mengklarifikasikan kebenaran tentang "Miss Al-Qaeda" itu agar dirinya tidak terus di tuduh sebagai "Kaum Teroris".
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)

