Senin, 28 Oktober 2013

Kasus Staf Garuda, Kemenhub: Penumpang Jangan Main Hakim Sendiri!

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendukung langkah staf Garuda Indonesia melaporkan komisioner Ombdusman Azlaini Agus ke polisi. Penyelesaian jalur hukum dianggap penting agar kasus serupa tidak terulang.

"Kemenhub mendorong penyelesaian jalur hukum agar kasus ini tidak lagi terulang. Biar proses hukum yang menyelesaikan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan saat dihubungi detikcom, Selasa (29/10/2013).

Bambang mengaku sudah menerima laporan insiden di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, kemarin (28/10). Dia menyesalkan bila benar terjadi penamparan seperti dilaporkan staf Garuda, Yana Novia ke polisi. 

Bambang menuturkan, seharusnya pengguna jasa menggunakan hak-haknya sebagaimana diatur dalam peraturan terkait bila merasa dirugikan. Aturan itu juga mengatur hak dan kewajiban pengguna dan penyedia jasa angkutan.

"Jangan main hakim sendiri karena sudah ada aturannya," tutur dia. 

"Kita negara hukum selesaikan dengan hukum, banyak orang yang main hakim sendiri yang malah merugikan kedua belah pihak," imbuh Bambang.

Staf Garuda melaporkan Azlaini ke Mapolsek Bukit Raya Pekanbaru usai menjalani visum di rumah sakit setempat. Dia juga mengantongi bukti foto guratan warna merah di pipi ke arah leher kanan akibat tamparan.




Sedangkan Azlaini sendiri membantah telah menampar Yana. Perempuan yang juga dosen ini mengaku hanya membentak petugas tersebut karena ketidakjelasan penundaan dan keberangkatan pesawat GA 227 tujuan Bandara Kuala Namu, Sumut. 

Atas kejadian ini, pimpinan Ombudsman juga akan mengklarifikasi Azlaini."Ada rencana kami akan adakan rapat pimpinan untuk membahas hal tersebut," kata komisioner Ombudsman, Budi Santoso, saat dihubungi secara terpisah.

sumber : detik.com

opini : seharusnya sebagai sebagai penggunan jasa kita menggunakan hak kita sewajarnya, jangan sampai merugikan pihak lain apalagi sampai melukai orang lain. lebih baik bertanya kepada pihak yang lebih mengerti soal keterlambatan keberangkatan pesawat tersebut dari pada mendapatkan berita yang kurang jelas.

Selasa, 08 Oktober 2013

Healthy Smoothie Recipes

Seringkali kita mengalami kelelahan seusai beraktifitas rutin seperti bekerja, kuliah, dan sekolah, tubuh menjadi kurang fit dan malas melakukan aktifitas yang lain. Kebanyakan orang berfikir dengan tidur tubuh menjadi segar kembali, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa tidur seusai beraktifitas membuat menjadi lebih lesu. Salah satu solusinya  yaitu mengkonsumsi beberapa jus sayuran atau buah-buahan agar tubuh kita bugar kembali. berikut ada beberapa resep untuk membuat smoothie blended for energy boosting.


Apple-Strawberry Smoothie

* 2 buah apel
* 1 buah pisang
* 1/4 cangkir buah stroberi yang sudah dipotong
* 1/4 cangkir yogurt vanilla
* 1 sdt perasan lemon
* 1 cangkir air dingin dan es batu


Get Well Smoothie

* 1/2 cangkir stroberi
* 1 cangkir buah nanas yang sudah dipotong
* 1 sdm madu
* 1 cangkir yogurt plain
* 1/2 cangkir jus jeruk
* 1/2 cangkir es batu dan air dingin


Selamat mencoba :}

Senin, 07 Oktober 2013

Tawuran, Imbas Akumulasi Masalah Sosial



Jakarta: Pemerhati Pendidikan Yudhistira ANM Massardi menilai tawuran antarpelajar yang kian marak merupakan imbas dari akumulasi berbagai masalah sosial.

"Tawuran antarpelajar, antarwarga, antargolongan, antarkelompok masyarakat, bahkan antarangkatan bersenjata terjadi akibat para penegak hukum yang bobrok," kata Yudhistira saat dihubungi metrotvnews.com, Senin (7/10).

Saudara kandung Adhie M Massardi, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih itu juga mengatakan tawuran merupakan akumulasi dari berbagai masalah sosial. Menurutnya, pemicu utama tawuran adalah adalah ketidakadilan, kegagalan penegakan hukum, dan kegagalan sistem pendidikan nasional.

"Kebrutalan dalam tawuran antarpelajar sejak tahun 1970-an sudah menimbulkan sejumlah kematian yang sia-sia. Pemicu utamanya adalah ketidakadilan, kegagalan penegakan hukum, dan tidak kalah tragisnya adalah kegagalan sistem pendidikan nasional."

Menurut Yudhistira, apabila hukum dan keadilan tidak dapat ditegakkan secara tegas, tawuran akan terus terjadi.

"Akan terus terjadi sebagai keniscayaan bila hukum tidak tegak secara tegas, adil, dan benar," kata Yudhistira.
 sumber : Metrotvnews.com 

opini : benar yang dikatakan oleh Yudhistira "apabila hukum dan keadilan tidak ditegakkan secara tegas tawuran akan terus terjadi". Seharusnya para penegak hukum menanggapi kasus ini dengan serius sehingga tawuran tidak terus terjadi di kalangan masyarakat karena kurangnya keadilan dan kegagalan penegakan hukum.