1.
RUANG LINGKUP EKONOMI
DEFINISI EKONOMI
Ekonomi merupakan salah
satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang
berhubungan dengan produksi, distribusi,
dan konsumsi terhadap barang dan
jasa. Istilah
“ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu
οἶκος
(oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos) yang berarti
“peraturan, aturan,hukum“. Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai “aturan
rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga” Sementara yang dimaksud
dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.
METODOLOGI EKONOMI
Sering disebut
sebagai The queen of social sciences,
ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk
menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada
masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama
ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan
teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah
model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan
konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain.
Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua
makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam
analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama
didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen
yang berubah-ubah.
MASALAH POKOK EKONOMI DAN PENGARUH MEKANISME HARGA
Menurut
Teori Klasik, yang dipelopori oleh Adam Smith terdiri dari :
PRODUKSI,
adalah segala tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan nilai guna / manfaat
dari suatu barang.Karena sifat manusia yang tidak pernah mengalami tingkat
kepuasan yang hakiki, maka berapapun yang diproduksi selalu tidak pernah
mencukupi kebutuhan manusia, sehingga selama itu pula produksi menjadi masalah
pokok ekonomi.
DISTRIBUSI,
adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk menyampaikan atau menyalurkan
barang hasil produksi dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen
akhir/pemakai. Yang termasuk kegiatan distribusi diantaranya : pengemasan,
pensortiran/pemilahan, pengepakan, penyimpanan/pergudangan, pengangkutan, dll.
KONSUMSI, adalah
segala tindakan yang tujuannya menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu
barang.
Menurut Richard Lipsey, menambahkan
permasalahan perokonomian secara makro, yaitu tingkat inflasi, tingkat
pengangguran dan kapasitas produksi.
Krisis finansial global
yang terjadi sejak akhir tahun 2007 telah mengakibatkan perlambatan ekonomi
global secara bertahap. Diperkirakan daya beli masyarakat menurun. Banyak pihak
yang mengatakan bahwa krisis hanya terjadi pada negara maju seperti Amerika
Serikat dan Uni Eropa. Namun perlu diingat bahwa sebagian negara yang kekuatan
pasarnya sedang tumbuh (energing market) menguasai 60% pangsa pasar ekspor ke
Amerika Serikat dan negara-negara maju. Karena itu, jika terjadi penurunan
permintaan, pasti akan berdampak pada permintaan barang-barang dari negara yang
sedang tumbuh (emerging countries). Tentu hal ini akan berakibat pada
menurunnya kinerja berbagai sektor usaha, khususnya industri.
SISTEM PEREKONOMIAN
Sistem Perekonomian adalah
cara suatu bangsa/negara untuk mengatur kehidupan ekonominya agar tercapai
kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Macam-macam
sistem ekonomi :
Sistem
Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi yang masih
terikat dengan adat istiadat kebiasaan dan nilai budaya setempat.
Sistem
Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi yang memberi
kebebasan kepada masyarakat untuk memilih dan melakukan usaha sesuai keinginan
dan keahliannya.
Sistem
Ekonomi Sosialis (ETATISME)
Sistem Ekonomi yang seluruh
kegiatan ekonominya direncanakan,dilaksanakan,dan diawasi oleh pemerintah
secara terpusat.
Sistem
Ekonomi Campuran
Gabungan dari sistem
perekonomian Liberal dan sosialis.
2. PENENTUAN HARGA PERMINTAAN
DAN PENAWARAN
PENGERTIAN
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Permintaan adalah Jumlah barang dan jasa yang akan dibeli oleh pembeli pada tingkat harga yang berlaku pada tempat dan waktu tertentu.
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan untuk dijual pada berbagai tingkat harga dalam suatu pasar pada waktu tertentu. Dalam melakukan penawaran dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
-Penawaran Individu
Penawaran Individu adalah penawaran yang dimiliki oleh seorang penguasa.
-Penawaran Besar/Kolektif
Penawaran yang terdapat pada pasar.
Permintaan adalah Jumlah barang dan jasa yang akan dibeli oleh pembeli pada tingkat harga yang berlaku pada tempat dan waktu tertentu.
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan untuk dijual pada berbagai tingkat harga dalam suatu pasar pada waktu tertentu. Dalam melakukan penawaran dapat digolongkan menjadi dua yaitu :
-Penawaran Individu
Penawaran Individu adalah penawaran yang dimiliki oleh seorang penguasa.
-Penawaran Besar/Kolektif
Penawaran yang terdapat pada pasar.
HUKUM
PERMINTAAN DAN HUKUM PENAWARAN
Hukum Permintaan
Hukum permintaan menyatakan bahwa makin rendah harga suatu barang maka semakin banyak permintaan tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut. Hukum itu berlaku bila keadaan lain cateris paribus atau tidak berubah.
Jadi hukum permintaan berlakunya tidak mutlak seperti dalam ilmu fisika melainkan hanya merupakan tendens saja yaitu suatu kecendrungan yang hendak berjalan terus namun belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hukum permintaan menyatakan bahwa makin rendah harga suatu barang maka semakin banyak permintaan tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka semakin sedikit permintaan terhadap barang tersebut. Hukum itu berlaku bila keadaan lain cateris paribus atau tidak berubah.
Jadi hukum permintaan berlakunya tidak mutlak seperti dalam ilmu fisika melainkan hanya merupakan tendens saja yaitu suatu kecendrungan yang hendak berjalan terus namun belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hukum Penawaran
Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Dalam hukum ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya tersebut jika barangnya itu mempunyai harga yang rendah dan jika dia juga mempunyai harga barang yang tinggi. Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarakan oleh para penjual. Sebaliknya makin rendah harga barang maka akan semakin sedikit jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.
Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan antara harga dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Dalam hukum ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya tersebut jika barangnya itu mempunyai harga yang rendah dan jika dia juga mempunyai harga barang yang tinggi. Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa makin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarakan oleh para penjual. Sebaliknya makin rendah harga barang maka akan semakin sedikit jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.
FAKTOR
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Permintaan
a. Harga barang itu sendiri
Jika barang tersebut mengalami kenaikan harga yang lebih dari setengah harga yang semula maka konsumen akan melakukan pemikiran ulang untuk mengkonsumsi barang tersebut.
b. Harga barang yang berkaitan
Kaitan suatu barang tertentu dengan barang lainnya bisa secara substitusi atau komplomen. Contoh : Jika bolpoint pilot dapat digantikan dengan standler , maka bila harga pilot mengalami kenaikan maka konsumen akan lebih memilih bolpoint standler yang mempunyai harga tetap dan lebih murah.
c. Perubahan selera
Perubahan selera sangat mempengaruhi terhadap keinginan konsumen untuk membeli suatu barang. Pada tahun 1960-an orang sangat jarang bahkan dikatakan tidak ada yang memakai mobil buatan jepang. Tetapi pada tahun 1970-an suasananya sudah berubah banyak sekali orang yang menggunakan mobil buatan Jepang karena selera mereka telah berubah.
d. Pendapatan
Semakin menurun pendapatan seseorang maka semakin sedikit jumlah permintaan. Sebagai contoh ketika pendapatan seorang konsumen naik dan harga suatu barang tetap maka konsumen akan membeli barang dengan stok jumlah yang semangkin banyak dari bisanya.
e. Jumlah penduduk pertumbuhan penduduk
Jumlah pertumbuhan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan.
Jika barang tersebut mengalami kenaikan harga yang lebih dari setengah harga yang semula maka konsumen akan melakukan pemikiran ulang untuk mengkonsumsi barang tersebut.
b. Harga barang yang berkaitan
Kaitan suatu barang tertentu dengan barang lainnya bisa secara substitusi atau komplomen. Contoh : Jika bolpoint pilot dapat digantikan dengan standler , maka bila harga pilot mengalami kenaikan maka konsumen akan lebih memilih bolpoint standler yang mempunyai harga tetap dan lebih murah.
c. Perubahan selera
Perubahan selera sangat mempengaruhi terhadap keinginan konsumen untuk membeli suatu barang. Pada tahun 1960-an orang sangat jarang bahkan dikatakan tidak ada yang memakai mobil buatan jepang. Tetapi pada tahun 1970-an suasananya sudah berubah banyak sekali orang yang menggunakan mobil buatan Jepang karena selera mereka telah berubah.
d. Pendapatan
Semakin menurun pendapatan seseorang maka semakin sedikit jumlah permintaan. Sebagai contoh ketika pendapatan seorang konsumen naik dan harga suatu barang tetap maka konsumen akan membeli barang dengan stok jumlah yang semangkin banyak dari bisanya.
e. Jumlah penduduk pertumbuhan penduduk
Jumlah pertumbuhan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan.
Penawaran
a. Tekhnologi produksi
Tekhnologi yang digunakan dalam produksi semula dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam produksi. Artinya semakin modern tekhnologi yang digunakan baik kualitas maupun kuantitas produksi semakin meningkat dengan biaya produksi yang semakin ditekan.
b. Harapan masa yang akan datang
Ketika produsen mempunyai pikiran bahwa barang yang diproduksinya mulai langka maka tindakan produsen adalah menimbun barang tersebut sampai pada suatu saat akan mendapatkan laba yang besar. Sebagai contoh penjual minyak yang mulai merasa bahwa minyak merupakan hal yang langka jadi banyak penjual yang menimbun minyak dan menjualnya dengan harga yang mahal karena kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak. Tapi perbuatan seperti ini dilarang karena sama dengan penimbunan barang yang nantinya dapat merugikan masyarakat sekitar.
c. Harga-harga faktor produksi
Biaya produksi menentukan harga pokok suatu barang, dengan demikian jika biaya produksi berubah maka produsen akan mengurangi jumlah penawaran. Tapi jika biaya produksi semangkin rendah maka banyak sekali jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan oleh para penjual.
Tekhnologi yang digunakan dalam produksi semula dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam produksi. Artinya semakin modern tekhnologi yang digunakan baik kualitas maupun kuantitas produksi semakin meningkat dengan biaya produksi yang semakin ditekan.
b. Harapan masa yang akan datang
Ketika produsen mempunyai pikiran bahwa barang yang diproduksinya mulai langka maka tindakan produsen adalah menimbun barang tersebut sampai pada suatu saat akan mendapatkan laba yang besar. Sebagai contoh penjual minyak yang mulai merasa bahwa minyak merupakan hal yang langka jadi banyak penjual yang menimbun minyak dan menjualnya dengan harga yang mahal karena kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak. Tapi perbuatan seperti ini dilarang karena sama dengan penimbunan barang yang nantinya dapat merugikan masyarakat sekitar.
c. Harga-harga faktor produksi
Biaya produksi menentukan harga pokok suatu barang, dengan demikian jika biaya produksi berubah maka produsen akan mengurangi jumlah penawaran. Tapi jika biaya produksi semangkin rendah maka banyak sekali jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan oleh para penjual.
PENENTU
HARGA KESEIMBANGAN
Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium dalam ekonomi adalah merupakan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Harga keseimbangan atau harga ekuilibrium dalam ekonomi adalah merupakan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.
Berdasarkan pengertian tersebut maka harga
keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan
kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas
keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan
penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama
besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini
akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam
menentukan harga.
JAWABAN TUGAS KESATU
1. SISTEM EKONOMI DI DUNIA ADA
3
Sistem Ekonomi Sosialis/Komunis
Sistem ekonomi menjadikan pemerintah sebagai
pusat dari segala macam kegiatan ekonomi. Segala macam kegiatan ekonomi
masyarakat diatur oleh pusat, bahkan mengenai hak milik pribadi pun pemerintah
pusatlah yang mengatur.
Akibat dari sistem ini, tidak adanya
kepemilikan pribadi karena semuanya diatur oleh pusat. Tak ada pula si kaya dan
si miskin karena ekonomi komunis berpandangan bahwa seharusnya kondisi
masyarakat harus “sama rata sama rasa”, tak ada yang lebih dan tak ada yang
kurang. Rakyat atau masyarakat tidak bebas menggunakan sumber daya alam. Kemampuan
mereka untuk berpikir kreatif benar-benar dipasung sehingga rakyat hanya bisa
“terima-terima” saja. Sistem ekonomi sosialis ini digawangi oleh Rusia.
Ciri-ciri sistem ekonomi
sosialis:
a. Seluruh sumber daya
dikuasai oleh negara
b. Produksi dilakukan
untuk kebutuhan masyarakat
c. Kegiatan ekonomi
direncanakan oleh negara dan diatur oleh pemerintah secara terpusat
d. Hak milik individu
tidak diakui
Kelebihan sistem ekonomi
sosialis:
a. Semua kegiatan dan
masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan
pengawasan terhadap jalannya perekonomian
b. Tidak ada kesenjangan
ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat
dilakukan dengan merata
c. Pemerintah bisa lebih
mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai
dengan kebutuhan masyarakat
d. Pemerintah lebih
mudah ikut campur dalam pembentukan harga
Kekurangan sistem ekonomi
sosialis:
a. Hak milik pribadi
tidak diakui
b. Potensi inisiatif dan
daya kreasi masyarakat tidak berkembang
c. Segala kebijakan
pemerintah harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme
Sistem Ekonomi
Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi ini membebaskan segala macam
bentuk kegiatan ekonomi. Pemerintah tak ada urusan dengan kegiatan ekonomi yang
dilakukan oleh rakyat. Mereka semua mendapatkan hak yang sama untuk
berkreativitas. Tak ada pelarangan. Intinya, dalam sistem ekonomi kapitalis,
semua bebas berbuat apa saja. Sehingga tak mengherankan bila kaum pemodal atau
kapital menjadi kaum yang super power pada sistem ekonomi ini. Sistem ekonomi
liberal atau kapitalis ini digawangi oleh Amerika sebagai negara imperialis.
Ciri-ciri sistem ekonomi
liberal:
a. Bebas memiliki
alat-alat dan sumber-sumber produksi, baik perorangan maupun kelompok
b. Hak milik perorangan
dijamin sepenuhnya
c. Kegiatan ekonomi
sebagian besar dilakukan oleh swasta
d. Campur tangan
pemerintah sangat sedikit atau terbatas
e. Modal mempunyai peran
yang terpenting dalam kegiatan ekonomi
f. Bebas bersaing dengan
cara apa pun
g. Didorong oleh motif
memperoleh laba sebesar-besarnya
Kelebihan dari sistem
ekonomi liberal:
a. Setiap individu
diberi kebebesan dan kesempatan untuk berusaha
b. Setiap individu bebas
memiliki alat-alat produksi
c. Setiap individu bebas
memilih bidang usaha yang disukainya
d. Persaingan dapat
menyebabkan adanya dorongan untuk maju
e. Produksi barang dan
jasa berdasarkan kepada kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan masyarakat
Kekurangan sistem ekonomi
liberal:
a. Kebebasan berusaha
menyebabkan adanya kelompok yang sangat dominan, sementara ada kelompok yang
lemah
b. Menimbulkan monopoli
yang merugikan masyarakat
c. Menimbulkan
penindasan (eksploitasi) terhadap manusia karena mengejar keuntungan atau laba
yang sebesar-besarnya
d. Tidak ada pemerataan
pendapatan karena setiap individu berlomba-lomba mencari keuntungan
Sistem Ekonomi
Campuran
Sistem ekonomi yang merupakan kombinasi dari
dua sistem ekonomi sebelumnya, yaitu komunis dan liberal. Rakyat memiliki hak
untuk berkreativitas, namun demikian pemerintah juga tetap berperan dalam
mengatur jalannya kegiatan ekonomi.
Ciri-ciri dari sistem
ekonami campuran :
a. Sumber-sumber daya
yang vital dikuasai oleh pemerintah
b. Pemerintah menyusun
peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di bidang
ekonomi
c. Swasta diberi
kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang
ditetapkan pemerintah
d. Hak milik swasta atas
alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum
e. Pemerintah
bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan
f. Jenis dan jumlah
barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar
2. NAMA SISTEM PEREKONOMIAN DI INDONESIA
Sistem ekonomi di Indonesia adalah sistem
ekonomi campuran. Khusus di Indonesia, mekanisme yang mengatur arah dan
jalannya roda perekonomian tercantum dalam UUD 1945 pasal 33. Pasal 33 ayat 1
berbunyi : "Perekonomian disusun atas usaha bersama berdasarkan atas asas
kekeluargaan". Kata disusun menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia
diatur secara sengaja, sehingga mekanisme yang dipilih jelas merupakan
mekanisme terpusat. Walaupun demikian secara keseluruhan pasal 33 menunjuk pada
keharusan dilakukannya sistem perekonomian Indonesia atas dasar demokrasi
ekonomi, yaitu produksi dikerjakan dengan partisipasi seluruh rakyat, untuk
seluruh rakyat dan dibawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Maka hal
diatas yang menjadi landasan mengapa Indonesia menganut sistem ekonomi
campuran.
Indonesia membentuk sebuah sistem perekonomian baru yang kita kenal dengan nama “SISTEM EKONOMI PANCASILA” sistem ekonominya pun menjadikan asas asas pancasila yang “terkendali” sebagai sistem perekonomiannya.
Indonesia membentuk sebuah sistem perekonomian baru yang kita kenal dengan nama “SISTEM EKONOMI PANCASILA” sistem ekonominya pun menjadikan asas asas pancasila yang “terkendali” sebagai sistem perekonomiannya.
Sejarah Sistem
Perekonomian Indonesia
Indonesia terletak di posisi geografis antara
benua Asia dan Eropa serta samudra Pasifik dan Hindia, sebuah posisi yang
strategis dalam jalur pelayaran niaga antar benua. Salah satu jalan sutra,
yaitu jalur sutra laut, ialah dari Tiongkok dan Indonesia, melalui selat Malaka
ke India. Dari sini ada yang ke teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah,
ada yang ke laut Merah melalui Mesir dan sampai juga ke laut Tengah (Van Leur).
Perdagangan laut antara India, Tiongkok, dan Indonesia dimulai pada abad
pertama sesudah masehi, demikian juga hubungan Indonesia dengan daerah-daerah
di Barat (kekaisaran Romawi). Perdagangan di masa kerajaan-kerajaan tradisional
disebut oleh Van Leur mempunyai sifat kapitalisme politik, dimana pengaruh
raja-raja dalam perdagangan itu sangat besar. Misalnya di masa Sriwijaya, saat
perdagangan internasional dari Asia Timur ke Asia Barat dan Eropa, mencapai
zaman keemasannya. Raja-raja dan para bangsawan mendapatkan kekayaannya dari
berbagai upeti dan pajak. Tak ada proteksi terhadap jenis produk tertentu,
karena mereka justru diuntungkan oleh banyaknya kapal yang “mampir”.
Penggunaan uang yang berupa koin emas dan koin perak sudah dikenal di masa itu, namun pemakaian uang baru mulai dikenal di masa kerajaan-kerajaan Islam, misalnya picis yang terbuat dari timah di Cirebon. Namun penggunaan uang masih terbatas, karena perdagangan barter banyak berlangsung dalam sistem perdagangan Internasional. Karenanya, tidak terjadi surplus atau defisit yang harus diimbangi dengan ekspor atau impor logam mulia.
Kejayaan suatu negeri dinilai dari luasnya wilayah, penghasilan per tahun, dan ramainya pelabuhan. Hal itu disebabkan, kekuasaan dan kekayaan kerajaan-kerajaan di Sumatera bersumber dari perniagaan, sedangkan di Jawa, kedua hal itu bersumber dari pertanian dan perniagaan. Di masa pra kolonial, pelayaran niaga lah yang cenderung lebih dominan. Namun dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian Indonesia, bahkan hingga saat ini.
Seusai masa kerajaan-kerajaan Islam, pembabakan perjalanan perekonomian Indonesia dapat dibagi dalam empat masa, yaitu masa sebelum kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan masa reformasi.
Penggunaan uang yang berupa koin emas dan koin perak sudah dikenal di masa itu, namun pemakaian uang baru mulai dikenal di masa kerajaan-kerajaan Islam, misalnya picis yang terbuat dari timah di Cirebon. Namun penggunaan uang masih terbatas, karena perdagangan barter banyak berlangsung dalam sistem perdagangan Internasional. Karenanya, tidak terjadi surplus atau defisit yang harus diimbangi dengan ekspor atau impor logam mulia.
Kejayaan suatu negeri dinilai dari luasnya wilayah, penghasilan per tahun, dan ramainya pelabuhan. Hal itu disebabkan, kekuasaan dan kekayaan kerajaan-kerajaan di Sumatera bersumber dari perniagaan, sedangkan di Jawa, kedua hal itu bersumber dari pertanian dan perniagaan. Di masa pra kolonial, pelayaran niaga lah yang cenderung lebih dominan. Namun dapat dikatakan bahwa di Indonesia secara keseluruhan, pertanian dan perniagaan sangat berpengaruh dalam perkembangan perekonomian Indonesia, bahkan hingga saat ini.
Seusai masa kerajaan-kerajaan Islam, pembabakan perjalanan perekonomian Indonesia dapat dibagi dalam empat masa, yaitu masa sebelum kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan masa reformasi.
Tokoh perekonomian
di Indonesia: 1. Muhammad Hatta (Bung Hatta) 2. Prof. Dr.
Soemitro Djojohadikoesoemo 3. Kwik Kian Gie 4.Syahril Sabirin 5. Boediono 6.
Sri Mulyani Indrawati
3.DASAR HUKUM / LANDASANNYA
Dasar hukum ekonomi Indonesia :
a. UUD 1945
b. TAP MPR
c. UNDANG UNDANG
d. PERATURAN PEMERINTAH
e. KEPUTUSAN PRESIDEN
f. SK MENTERI
g. PERATURAN DAERAH
c. UNDANG UNDANG
d. PERATURAN PEMERINTAH
e. KEPUTUSAN PRESIDEN
f. SK MENTERI
g. PERATURAN DAERAH
Landasan pokok
perekonomian Indonesia adalah Pasal 33 Ayat 1, 2, 3, dan 4 UUD 1945 hasil
Amendemen, yang berbunyi sebagai berikut :
1.
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama
berdasar atas asas kekeluargaan.
2.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi
negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Dipergunakan
untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
3.
Perekonomian nasional diselenggarakan
berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efesiensi
berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan
menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
4.
Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara
digunakan dengan pemufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat.
5.
Warga memiliki kebebasan dalam memilih
pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6.
Hak milik perseorangan diakui pemanfaatannya
tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7.
Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap
warga negara dikembangkan dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan
umum.
8.
Fakir miskin dan anak-anak terlantar
dipelihara oleh negara.
4. FAKTOR YANG MENENTUKAN PERMINTAAN TERHADAP SUATU
BARANG
-Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.
-Harga barang itu sendiri
Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.
-Harga barang lain yang
terkait
Berpengaruh apabila terdapat 2 barang yang saling terkait yang keterkaitannya dapat bersifat subtitusi (pengganti) dan bersifat komplemen (penggenap).
Berpengaruh apabila terdapat 2 barang yang saling terkait yang keterkaitannya dapat bersifat subtitusi (pengganti) dan bersifat komplemen (penggenap).
-Tingkat pendapatan
perkapita
Dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.
Dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.
-Selera atau kebiasaan
Tinggi rendahnya suatu permintaan ditentukan oleh selera atau kebiasaan dari pola hidup suatu masyarakat.
Tinggi rendahnya suatu permintaan ditentukan oleh selera atau kebiasaan dari pola hidup suatu masyarakat.
-Jumlah penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai selera atau kebiasaan akan kebutuhan barang tertentu, maka semakin besar permintaan terhadap barang tersebut.
Semakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai selera atau kebiasaan akan kebutuhan barang tertentu, maka semakin besar permintaan terhadap barang tersebut.
-Perkiraan harga di masa
mendatang
Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik, adalah lebih baik membeli barang tersebut sekarang, sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna menghemat belanja di masa depan.
Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik, adalah lebih baik membeli barang tersebut sekarang, sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna menghemat belanja di masa depan.
-Distribusi pendapatan
Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah bila distribusi pendapatan buruk. Jika distribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah, sehingga permintaan terhadap suatu barang menurun.
Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah bila distribusi pendapatan buruk. Jika distribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah, sehingga permintaan terhadap suatu barang menurun.
-Usaha-usaha produsen
meningkatkan penjualan.
Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya dalam mempengaruhi masyarakat. Usaha-usaha promosi kepada pembeli sering mendorong orang untuk membeli banyak daripada biasanya.
Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya dalam mempengaruhi masyarakat. Usaha-usaha promosi kepada pembeli sering mendorong orang untuk membeli banyak daripada biasanya.
5. B. Sistem ekonomi
campuran
6. C. Perusahaan
tersebut memutuskan akan memproduksi 100 ribu unit komputer setiaptahun
7. B. Permintaan menurun.
8. B. Menggeser kurva
permintaan ke kiri.
9. C. Harga rokok naik,
bergerak di sepanjang kurva permintaan tersebut.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar