Kamis, 18 Juni 2015

PASAR (MARKET)

PENGERTIAN PASAR DAN STRUKTUR PASAR
Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang atau jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar barang (barang konsumsi). Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi:
a. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya:

1) Pasar tradisional
2) Pasar raya
3) Pasar abstrak
4) Pasar konkrit
5) Toko swalayan
6) Toko serba ada

b. Sedangkan berdasarkan jenis barang yang dijual, pasar dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya:

1) Pasar ikan
2) Pasar sayuran
3) Pasar buah-buahan
4) Pasar barang elektronik
5) Pasar barang perhiasan
6) Pasar bahan bangunan
7) Bursa efek dan saham

Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.
Struktur pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.

BENTUK-BENTUK STRUKTUR PASAR

1.       PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sedemikian rupa banyaknya atau tidak terbatas. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Ada pun pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
-       Jumlah penjual dan pembeli yang banyak
-       Produk yang di perdagangkan sama atau bisa di bilang homogen
-       Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam proses pembentukan harga

Jenis-jenis pasar sempurna
-       Jumlah penjual dan pembeli banyak
-       Barang yang di jual sama atau homogen
-       Harga di tentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran
-       Posisi tawar konsumen kuat
-       Sensitif pada perubahan harga
-       Sulit mendapatkan keuntungan lebih atau diatas rata-rata

2.       PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang tidak terorganisasi secara sempurna, atau bentuk pasar di mana salah satu ciri dari pasar persaingan sempurna tidak terpenuhi. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.

a.       PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual atau produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen. Contoh produknya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Pasar monopoli memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
-       Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
-       Tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip
-       Produsen memiliki kekuatan menentukan harga
-     Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan

Sebab-sebab terjadinya pasar monopoli:
-       Penguasaan bahan mentah
-       Penguasaan teknik produksi tertentu
-       Pemberian hak istimewa dari pemerintah (misalnya hak paten)
-       Adanya lisensi (pemberian izin kepada perusahaan tertentu yang ditunjuk)
-       Adanya monopoli yang diperoleh secara alamiah
-       Memiliki modal yang besar (karena penggabungan perusahaan)
-       Memiliki prestasi dan keahlian yang tidak dimiliki orang lain

Kelebihan pasar monopoli:
-       Industri-industri yang berkembang banyak yang bersifat monopoli
-       Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya
-    Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar

Kelemahan pasar monopoli:
-   Tidak efisiensinya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering disebut timbulnya pemborosan.
-    Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli.
-        Timbul ketidakadilan karena keuntungan banyak dinikmati oleh produsen.

Untuk mencegah timbulnya dampak negatif  adanya monopoli, maka pemerintah harus ikut campur tangan, misalnya dalam hal penetapan harga maksimum dan penetapan Undang-Undang Antimonopoli atau UU yang mengatur ekspor impor.

b.       PASAR OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, dimana terdapat beberapa penjual atau produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat. Pasar oligopoli memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
-       Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar
-       Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak
-     Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar

Kelebihan pasar oligopoli antara lain sebagai berikut :
-     Industri-industri oligopoli bisa mengadakan inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat.
-      Terdorong untuk berlomba penemuan proses produksi baru dan penurunan ongkos produksi.
-       Lebih mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian.

Kelemahannya antara lain sebagai berikut :
-       Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar (excess profit) yang dinikmati produsen.
-     Tidak efisiensi produksi karena setiap produsen tidak beroperasi pada biaya rata-rata yang minimum.
-       Kemungkinan adanya eksploitasi konsumen maupun buruh.
-       Terdapat kenaikan harga (inflasi) yang merugikan masyarakat secara makro.

c.        PASAR MONOPOLISTIK
Pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual yang menjual produk yang sejenis. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Ciri–ciri dari pasar monopolistik adalah sebagai berikut :
-       Terdapat banyak penjual atau produsen yang berkecimpung di pasar.
-       Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
-       Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
-       Setiap penjual aktif melakukan promosi atau iklan untuk memenangkan persaingan.
-       Keluar masuk pasar barang atau produk relatif lebih mudah.

Kelebihan pasar monopolistik antara lain sebagai berikut :
-       Konsumen memiliki banyak pilihan barang.
-      Produsen dapat menentukan harga sendiri-sendiri dalam satu pasar karena tidak ada persaingan.
-  Masing-masing monopolistik mempunyai keuntungan sendiri-sendiri karena memiliki pasar (konsumen) sendiri-sendiri.

Kelemahannya antara lain sebagai berikut :
-   Tidak efisiennya produksi karena produsen tidak berproduksi dengan biaya rata-rata (AC) yang minimum.
-     Terlalu banyak perusahaan kecil.
-   Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari biaya produksi untuk menghasilkan produk tersebut.

SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar