Jakarta: Pemerhati Pendidikan Yudhistira ANM Massardi menilai tawuran antarpelajar yang kian marak merupakan imbas dari akumulasi berbagai masalah sosial.
"Tawuran antarpelajar, antarwarga, antargolongan, antarkelompok masyarakat, bahkan antarangkatan bersenjata terjadi akibat para penegak hukum yang bobrok," kata Yudhistira saat dihubungi metrotvnews.com, Senin (7/10).
Saudara kandung Adhie M Massardi, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih itu juga mengatakan tawuran merupakan akumulasi dari berbagai masalah sosial. Menurutnya, pemicu utama tawuran adalah adalah ketidakadilan, kegagalan penegakan hukum, dan kegagalan sistem pendidikan nasional.
"Kebrutalan dalam tawuran antarpelajar sejak tahun 1970-an sudah menimbulkan sejumlah kematian yang sia-sia. Pemicu utamanya adalah ketidakadilan, kegagalan penegakan hukum, dan tidak kalah tragisnya adalah kegagalan sistem pendidikan nasional."
Menurut Yudhistira, apabila hukum dan keadilan tidak dapat ditegakkan secara tegas, tawuran akan terus terjadi.
"Akan terus terjadi sebagai keniscayaan bila hukum tidak tegak secara tegas, adil, dan benar," kata Yudhistira.
sumber : Metrotvnews.com
opini : benar yang dikatakan oleh Yudhistira "apabila hukum dan keadilan tidak ditegakkan secara tegas tawuran akan terus terjadi". Seharusnya para penegak hukum menanggapi kasus ini dengan serius sehingga tawuran tidak terus terjadi di kalangan masyarakat karena kurangnya keadilan dan kegagalan penegakan hukum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar